Ajaib! Kebakaran Besar yang Menyapu 120 Banggunan, Namun Hanya Satu Rumah Ini Sahaja yang Sama Sekali Tidak Terbakar, Ternyata Alasannya…

12 Desember lalu, di Jepun terjadi sebuah kebakaran besar, namun ternyata di tengah ini ada sebuah keajaiban! Kebakaran ini bermula dari sebuah restoran, ditambah kerana saat itu anginnya kencang, dengan cepat api merebak ke bangunan lainnya.

Kerana api yang sangat besar ini, apinya bahkan baru boleh dipadamkan setelah 10 jam. Keadaan saat itu sangat mencekam dan berbahaya, hampir semua rumah ikut tersapu api dan hilang begitu saja.

Kebakaran ini menyapu 120 gedung dan rumah menjadi abu. Herannya ada 2 buah rumah yang ternyata sama sekali tidak tersentuh lidah api di tengah-tengah gedung yang semuanya terbakar ini! Bahkan boleh dibilang hanya terlihat sedikit bekas bakaran saja dan rumah ini utuh!

Rumah ini pemiliknya berusia 35 tahun dan sedang bekerja sewaktu kebakaran terjadi. Waktu mendapatkan kabar ini, dia terus pulang dan ingin melihat, tapi dia bahkan tidak dapat masuk ke lokasi rumahnya kerana api yang sangat besar membakar seluruh rumah di sekitarnya.

Waktu itu dia melihat sekali api membakar habis rumahnya dan rumah-rumah lainnya, dia sudah berpikir kalau rumahnya juga pasti habis dimakan api. Dia sudah merasa sangat sedih dan segera mencari tempat untuk berteduh.

Siapa sangka waktu api telah padam, ternyata rumahnya adalah satu-satunya rumah yang tidak tersentuh oleh api! Dia memang orang yang sangat beruntung! Kelihatan jelas kalau bekas-bekas bakaran aja tidak ada di rumahnya, hanya beberapa kaca yang retak saja kerana api yang panas.

Bagaimana mungkin hal ini terjadi? Ternyata tahun 2007 lalu waktu Jepun mengalami gempa bumi besar, pemilik rumah ini takur dan akhirnya meminta designer untuk membangun rumah yang tahan akan bencana. Akhirnya dibuatlah rumah yang juga tahan terhadap panas, ternyata rumah ini benar-benar berhasil tahan terhadap api yah!

Rumah ini selesai dibangun tahun 2008 dan terbuat dari stainless dan batu bata, jendelanya juga memakal kaca berlapis dan gentengnya terbuat dari stainless. Rumahnya lebih mahal 1.5 kali lipat dibanding rumah lainnya, tapi kalau sekarang dilihat dampaknya, kedengarannya jadi jauh lebih murah bukan? Dia terselamatkan dari kebakaran super besar, bahkan tanpa kerusakan sedikitpun!

Sebenarnya bukan cuma kerana rumah ini tahan terhadap bencana saja. Tapi kerana tempat parkir besar di sebelah rumahnya membuat api tidak menjalar ke rumahnya sehingga rumahnya tidak tersapu api.

Cuba lihat video di bawah ini!

Sekarang keluarga pemilik rumah ini sudah kembali ke rumahnya, tapi mungkin beberapa waktu ini mereka kesepian kerana tetangga sekelilingnya sudah berteduh dan tidak ada orang di sekitar rumahnya.


Penting sangat ye membuat rumah yang kuat dan kukuh! Maka itu, waktu membangun rumah, sangat penting bahan bangunan yang memang bermutu dan kuat.

ARTIKEL SETERUSNYA…

Sejak Kecil, Dia Sering Dibuli Kerana Tubuhnya Dipenuhi Tanda Lahir, Siapa Sangka Sekarang Dia Telah Menjadi Gadis Idola Semua Orang!

Ciera Swaringen, gadis 19 tahun asal North Carolina, Amerika Serikat, tanda lahir yang menutupi hampir seluruh tubuhnya.

Ia didiagnosis Giant Congenital Melanocytic Nevus sejak lahir. Tahi lalat berukuran besar menutupi lebih dari dua pertiga bagian tubuhnya, dan yang paling besar membentang dari pusar hingga paha.

Sejak kecil, Ciera sudah mendapatkan ejekan kejam dari anak-anak dan juga orang dewasa, tapi dia mencuba untuk selalu berpikir positif terhadap keadaan kulit aneh yang ia derita, yang telah memengaruhi sekitar satu dari 500,000 orang di dunia. Meski sering dihina kerana keadaan tersebut, Ciera mengaku tak berkecil hati.

“Anak laki-laki yang biasanya komentar ketika mereka melihat saya,” katanya. “Mereka akan katakan, ‘Kamu terlihat kotor, sana mandi.’”

Pekerja kedai sepatu yang baru saja lulus SMA ini mengaku selalu berjuang untuk menghadapi komentar negatif yang ia terima.

“Suatu hari saya berada di bus sekolah kemudian terdengar seorang anak laki-laki tertawa keras dan memanggil saya anjing jerawatan. Ejekan itu benar-benar merusak kepercayaan diri, apalagi waktu itu saya masih kecil dan itu semakin membuat saya merasa berbeza dengan anak-anak lain, seperti ada sesuatu yang salah dengan diri saya.”

Seiring berjalannya waktu, Ciera kemudian mencuba untuk belajar tak mempedulikan komentar negatif. Ia menyadari bahwa setiap orang memang akan melihat dan cenderung mengatakan hal-hal kejam kerana mereka tidak terbiasa melihat seseorang dengan keadaan berbeza.

“Saya ingat ketika saya mulai sekolah ibu saya mengatakan kepada saya bahwa tanda lahir saya adalah ciuman malaikat,” katanya kepada sebuah situs berita, “Dan ayah saya adalah orang pertama yang berdiri untuk membela saya jika orang mengatakan hal-hal mengerikan kepada saya.”

Sumbrr – kisahbenar.network

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *